Ayam Betutu

Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu ini telah dikenal di seluruh kabupaten di Bali. Betutu merupakan jenis makanan tradisional daerah Bali yang bahan mentahnya berupa karkas utuh itik dan ayam. Kata betutu berasal dari kata tunu yang berarti bakar dan dirangkai dengan kata be yang berarti daging. Berdasarkan uraian tersebut betutu berarti daging yang dibakar. Ayam betutu merupakan jenis lauk pauk yang dibuat dari daging ayam yang telah dibersihkan kemudian dibalurkan bumbu khas Bali yang dikenal dengan base genep di seluruh permukaan tubuh daging ayam dan sebagian lagi dimasukkan ke dalam rongga abdomennya. Daging ayam yang telah dibumbui tersebut kemudian direbus atau langsung dibakar hingga menghasilkan aroma yang khas. Aroma khas yang muncul disebabkan karena adanya pemanasan yang menyebabkan air dan lemak daging berantai pendek ikut menguap. Semakin banyak uap yang dihasilkan, semakin kuat dan enak aromanya. Menurut tradisi Bali, ayam betutu biasanya disajikan pada saat upacara adat seperti odalan, otonan, maupun perkawinan.

Salah satu produsen betutu adalah desa Melinggih, kecamatam payangan kabupaten Gianyar. Ayam betutu juga merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan dijual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali tetapi juga tamu manca negara yang datang ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan atau restoran. Betutu tidak tahan disimpan lama. Akan tetapi, sekarang makanan ini sudah menjadi kuliner khas Bali yang sekarang menjadi daya tarik wisatawan dan sudah dijual di berbagai tempat kuliner di Bali.

Bahan yang diperlukan untuk membuat ayam betutu terdiri dari satu ekor ayam yang sudah dibersihkan bagian dalamnya, bumbu genep, bumbu wewangenan, garam, dan minyak kelapa. base genep merupakan bumbu khas Bali yang terdiri dari bawang merah, kencur, kemiri, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, laos, cabai rawit, serai, gula merah, terasi, daun limau, daun salam, dan minyak kelapa. Sedangkan bumbu wewangenan terdiri dari merica hitam, merica putih, cengkih, pala, tabia bun, ketumbar, kemiri, menyan, jangu, bangle, dan kulit jeruk purut. Proses pembuatan ayam betutu dimulai dengan menghaluskan base genep dan wewangenan kemudian ditumis hingga harum. Selanjutnya ayam dibersihkan dari bulu, jeroan, paruh, dan kulit kaki yang keras dikelupas. Panaskan air dengan sedikit bumbu, daun salam, daun limau, dan batang serai yang telah dimemarkan. Ayam direbus ke dalam air hingga tiga per empat matang kemudian diangkat. Setelah diangkat, base genep dimasukkan ke dalam perut ayam dan sebagian base genep yang dicampurkan dengan minyak tandusan dibalurkan di seluruh permukaan tubuh ayam. Ayam yang telah dibumbui kemudian sedikit diremas-remas agar ayam menjadi lunak dan dibungkus dengan daun pisang atau kelopak daun pinang untuk selanjutnya dimasukkan ke bara api. Bara api tidak boleh terlalu besar dan proses pemasakan di bara api kurang lebih 1 jam. Ayam betutu kemudian disajikan dengan cara dibelah pada bagian perut hingga daerah tempat tembolok, kemudian kedua belah dada ditarik ke samping. Satu paket ayam betutu biasanya dihidangkan bersama dengan sambal matah, kacang dan sayur. Kandungan zat gizi ayam betutu yaitu kadar air sebesar 60,87%, kadar abu sebesar 1,84%, kadar protein sebesar 14,69%, kadar lemak 1,27% dan kadar karbohidrat sebesar 21,33%.

Mie Nyonyor Banyuwangi

Banyuwangi – Bagi pecinta kuliner pedas, tak salah jika Anda mencicipi beberapa makanan khas Banyuwangi. Selain sego tempong yang pedasnya menampar-nampar, salah satu makanan pedas khas Banyuwangi adalah adalah Mi Nyonyor.

Dalam bahasa Jawa, ‘nyonyor’ berarti bengkak pada bibir. Mi Nyonyor memang terkenal membuat bibir terasa bengkak karena kepedasannya. Dengan tagline ‘Mi Nyonyor Pedasnya Beneran’, pengunjung akan merasakan mi dengan saus pasta pedas.

Dari level 0 hingga 5 pengunjung dapat memesan bermacam mi pedas khas Mi Nyonyor. Variasi menu di sana antara lain Mi Nyonyor, Mi Nyonyor Ndut (porsi double), Mi Nyonyor Saus Bolognese, Ramen Nyonyor, Ramen Kari, Ramen Susu, Nasi Goreng Nyonyor, dan Bihun Goreng Nyonyor. Ragam Mi Nyonyor tersebut dipatok dari harga Rp 8.000 – 23.000 per porsi.

Pelanggan sedang menyantap Mi Nyonyor
© 2016 merdeka.com/Suci Rachmaningtyas

“Kita punya ramen susu. Yang saya tahu sih, satu-satunya ramen susu yang ada di Indonesia cuma punya Mi Nyonyor. Saya pernah googling ramen susu ada di Jateng. Tapi dia pakai salah satu merk mi instan, cuma kuahnya pake susu. Di sini menggunakan mi kering dengan susu full cream atau susu tawar,” kata pemilik Mi Nyonyor, Ago (27).

Kedai Mi Nyonyor berlokasi di Jalan Medang Kamulan 8 buka dari jam 09.00-21.00 WIB. Menurut Ago, sehari kedainya menjual sekitar 300 porsi. Sementara ia juga mengaku jika pembuatan sambal untuk campuran saus pasta membutuhkan cabe rawit rata-rata hingga 10 kilogram per hari.

Menurut salah satu penggemar Mi Nyonyor, Nanda “Delicious,” kata dia sembari menahan rasa pedas.

Kue Keciput

Salah satu camilan yang cocok untuk dijadikan suguhan lebaran adalah keciput wijen. Rasanya yang manis dan gurih sangat cocok dinikmati sambil bersantai. Kita pun bisa membuatnya sendiri di rumah dengan menggunakan tepung ketan sebagai bahan utamanya.

Proses pemilihan bahan dan pengolahan yang tepat akan membantu kita mendapatkan kue keciput yang tidak alot. Selain tepung ketan, kita juga perlu menggunakan tepung kanji, baking powder, dan sebagainya. Selengkapnya, ikuti keteranganya di sini.

Siapkan Bahan-Bahannya

Berikut salah satu resep yang bisa dicoba, bahan-bahannya:

  • 250 gram tepung ketan
  • 50 gram tepung tapioka
  • 1/2 sdt baking powder
  • 1/2 sdt baking soda
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt vanili bubuk
  • 100 gram gula pasir
  • 1 butir telur
  • 50 gram margarin
  • 125 ml santan kelapa
  • biji wijen secukupnya

Telur, Gula, dan Vanili Dikocok Sampai Berbuih

Kita bisa menggunakan sendok atau whisk untuk mengocok telur, gula, dan vanili hingga berbuih. Setelah berbuhi, masukkan tepung ketan, tepung kanji, baking powder, dan baking soda. Aduk rata.

Uleni Sampai Kalis

Masukkan margarin dalam adonan. Kemudian, uleni sampai adonan kalis atau menyatu. Pastikan adonan bisa dan mudah dibentuk.

Gulingkan di Atas Biji Wijen

Bulatan-bulatan adonan kecil bisa langsung digulingkan di wadah atau baki yang berisi wijen. Bisa agak ditekan-tekan agar biji wiijen menempel sempurna dan tidak gampang rontok.

Goreng Dua Kali

Dalam proses penggorengan, kue keciput perlu digoreng dua kali. Pada penggorengan pertama, digoreng setengah matang. Setelah ditiriskan baru digoreng kembali sampai matang. Lakukan proses penggorengan ini untuk semua bulatan kue keciput.

Simpan dalam stoples kedap udara agar ke keciput tidak mudah melempem. Selamat mencoba, ya.

Kue Lemper

Berbicara mengenai kuliner indonesia memang amat banyak sekali, mulai dari panganan kue, masakan daging, minuman segar, dan lain sebagainya. Termasuk juga kue lemper kukus ketan putih. Kue lemper adalah jajanan kuliner yang banyak diperjual belikan oleh pedagang dipasaran.

Kue lemper ketan putih ini dibuat dengan bahan baku beras ketan putih dengan kombinasi bahan baku lainya. Secara tampilan emmang kue lemper kukus ketan putih ini juga terlihat sederhan karena dibungkus dengan daun pisang. teksturnya yang kenyal dengan rasanya yang lezat dan gurih membuat tidak sedikit orang yang menyukainya.

Untuk Resep Lemper kukus ketan putih ini memang terbilang mudah dan simpel. Proses pembuatan sebelum memasak, ketan akan direndam terlebih dahulu hingga i jam kemudian ditiriskan. Setelah itu baru dilanjutkan Cara Memasak Kue lemper ketan putih seperti dibawah ini.

Bahan yang diperlukan :

  • 200 gram beras ketan,rendam selama kurang lebih 1 jam, kemudian tiriskan
  • 1 lembar daun salam
  • 1 batang serai ( memarkan )
  • ¾ sendok teh garam dapur
  • Daun pisang secukupnya  ( untuk membungkus )
  • 125 ml santan kelapa

Bahan yang diperlukan untuk Isian :

  • 2 buah paha ayam
  • 500 ml air bersih
  • 1 batang serai ( memarkan )
  • 2 lembar daun salam
  • ¾ sendok teh garam dapur
  • ¼ sendok teh merica bubuk
  • 100 ml santan kelapa
  • ½ sendok teh gula pasir

Bumbu yang perlu dihaluskan :

  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 3 butir kemiri ( sangria dahulu )

Cara mudah untuk membuat Lemper :

  1. Pertama – tama buat isianya terlebih dahulu dengan cara  merebus ayam didalam air panas hingga matang.
  2. Kemudian angkat dan suwir – suwir kecil, serta ambil air bekas rebusan ayam atau air kaldunya sebanyak 250 ml.
  3. Selanjutnya ambil wajan, masukkan suwiran ayam, bumbu – bumbu yang telah dihaluskan, serai, merica bubuk, daun salam, gula pasir serta garam dapur sambil diaduk – aduk hingga merata.
  4. Kemudian tambahkan sedikit demi sedikit air kaldu sambil diaduk kembali dan masak terus hingga mendidih.
  5. Setelah itu masukkan santan kelapa aduk lagi hingga rata serta masak terus hingga bumbu menyerap dan santan menyusut. Sisihkan dahulu serta biarkan dingin didalam suhu ruangan.
  6. Berikutnya kukus terlebih dahulu ketan hingga matang selama kurang lebih 20 menit. Jika sudah angkat dan sisihkan dahulu.
  7. Didalam wadah yang berbeda tuangkan santan kelapa, serai, daun salam, serta garam dapur kedalam panci, lalu rebus hingga mendidih.
  8. Bila sudah mendidih masukkan beras ketan, lalu masak terus hingga bumbu meresap.
  9. Kemudian angkat dan kukus kembali seama 30 menit atau hingga benar – benar matang.
  10. Jika sudah angkat, lalu ambil ketan secukupnya dan bentuk pipih.
  11. Beri isian ayam yang telah dibuat tadi secukupnya dan gulung sambil agak ditekan.
  12. Bungkus dengan menggunakan daun pisang yang telah disediakan, lakukan hal yang sama hingga bahan – bahan habis tak tersisa.
  13. Selesai dan lemper siap untuk disajikan.

Demikianlah informasi dari kami mengenai Resep Cara Membuat keu lemper kukus ketan putihSemoga bermanfaat dan menambah koleksi resep didapur rumah anda. terima kasih.

Kue Untir Khas Banyuwangi

Kue untir untir merupakan makanan ringan jaman dulu berbahan dasar tepung terigu yang digoreng dengan cita rasa manis dan gurih. Karena cara membuatnya dengan cara diplintir menyerupai tali tambang yang ditarik sehingga banyak yang suka menyebutnya “Kue Tambang”. Walaupun jaman sudah modern kue tradisional khas indonesia ini masih sering dijumpai saat hari raya idul fitri atau di tempat penyedia oleh-oleh makanan.

Cemilan gurih dengan rasa manis memang banyak sekali jenisnya mulai dari kue kering onde onde mini wijen, kecipir, biji ketapang, kue gabus dll. Variasi kue untir2 sendiri ada yang menggunakan ketela ungu sehingga rasanya lebih unik. Namun Jika masih pemula cobalah resep originalnya saja lebih mudah dan praktis untuk dieksekusi. Siapkan semuah peralatan termasuk mesin penggiling adonan agar hasilnya lebih rapi. Jika tidak ada lakukan manual saja tidak masalah.

Tidak perlu berlama-lama kali ini Resepadonankue akan membagikan 4 resep sekaligus untuk pembaca sekalian. Jika sudah tau takaran yang pas dan telaten, kue bikinan bunda tidak akan kalah enak dengan yang ada di toko. Agar krikuknya bisa tahan lebih lama, pastikan menyimpannya kedalam toples yang rapat kedap udara atau plastik khusus. Yang pasti harus dalam keadaan benar-benar dingin ya.

Bahan:

  • 170 gram tepung terigu
  • 60 gram gula pasir halus
  • 40 gram mentega 
  • 2 butir telur
  • Garam secukupnya
  • Air secukupnya 
  • Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:

  1. Campur tepung terigu, gula, mentega, aduk rata. 
  2. Tambahkan telur satu persatu, beri garam dan air secukupnya. Uleni adonan hingga tidak ada yang mengumpal. 
  3. Giling tipis adonan sekitar 1 cm dengan alat penggiling (rollpin) atau manual  jika tidak ada, potong memanjang kira-kira ukuran 1×10 cm.
  4. Lipat ke tengah sambil dipintir. Lakukan sampai selesai satu persatu.
  5. Panaskan minyak yang banyak, goreng hingga matang kecoklatan. Jangan pernah menggunakan api besar agar tidak mudah gosong.
  6. Angkat dan tiriskan sebelum dikemas.

KUE PUTU BANYUWANGI

Jajanan tradisional Banyuwangi

Kue putu adalah jenis jajanan sederhana yang terbuat dari tepung beras tapi enak, apalagi dimakan dalam kondisi hangat…hemmmm…kebayang gurihnya.

Makanan tradisional khas Indonesia yang berisi gula jawa dan parutan kelapa dengan bahan dasar tepung beras butiran kasar ini sudah ada sejak lama. Pada umumnya kue yang berwarna putih dan hijau pandan ini dimasak dengan cara dikukus dengan diletakkan di dalam tabung bambu yang sedikit dipadatkan.

Sementara kue putu Banyuwangi, memiliki nama sama tapi bentuk berbeda, tetapi rasanya sama dengan kue putu tradisional Indonesia pada umumnya.

Di Surabaya, seringkali kue “sodok”, karena cara mengeluarkan kue yang sudah matang dari bambu itu dengan cara disodok, itu dijual pada sore hingga malam hari. Biasanya pedagang menjajakan kue itu dengan cara dipikul atau naik sepeda.

Suara khas uap yang keluar dari alat suitan ini sekaligus menjadi alat promosi untuk mengundang pembeli. Namun, kue putu Banyuwangi dijual pada pagi hari, bahkan sebelum matahari terbit, pembeli sudah antre.

Putu Banyuwangi yang berwarna putih itu berbentuk agak bundar karena dicetak dengan menggunakan batok kelapa atau mangkok “cucing”. 

Menurut Richati, salah seorang pedagang putu yang sudah sepuluh tahun lebih menekuni profesinya itu, untuk mendapatkan hasil kue yang enak dan empuk, maka bahan baku putu harus dari beras yang sudah direndam dan dihaluskan dengan cara ditumbuk atau diselep agar timbul butiran kasar.

“Tidak bisa menggunakan tepung beras yang sudah jadi atau beli ditoko, karena tidak ada butiran kasarnya, sehingga tidak bisa dicetak,” tuturnya.

Cara memasak kue cukup mudah, yakni masukkan tepung beras yang sudah diselep itu dalam wadah, tuangi air hangat yang sudah dicampur dengan sedikit garam sambil diaduk dengan tangan hingga tepung menjadi butiran kasar.

Masukkan adonan dalam cetakan tapi tidak perlu ditekan dan isi gula merah dan tutup lagi dengan tepung ratakan permukaannya.

Saat membalikkan cetakan yang berisi adonan ke atas loyang datar, jangan lupa beri alas 
daun pisang muda, kemudian angkat cetakannya. Kukus kue dengan api besar sekitar 10 menit, angkat, pidahkan ke wadah datar, sajikan selagi panas dengan taburan parutan kelapa muda.

Jajanan sederhana di Kota Banyuwangi ini masih sangat murah, karena setiap sepuluh buah hanya Rp2.500. “Murah sekali dan enak,” ucap Hj, Mufidah yang siap memesan lima bungkus untuk hidangan tamunya dari luar kota. (*)

Sumber : https://jatim.antaranews.com/berita/101507/kue-putu-banyuwangi

Kue Cucur Banyuwangi

Pasangan Nikmat Kopi Osing Dalam bahasa Melayu, kuih cucur. Kudapan tradisional, yang ada di Indonesia, Malaysia dan Thailand Selatan. Di Banyuwangi namanya kue kucur, jadi teman yang lezat untuk menikmati secangkir kopi osing.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, kue cucur sangat familier sebagai makanan pencuci mulut yang sangat simpel cara membuatnya. Kue cucur menjadi camilan khas kota Banyuwangi dengan rasanya manis berbentuk dan berwarna-warni. Ada hijau, merah muda dan coklat.  Berbeda dengan kue cucur Betawi atau Jakarta, yang hanya menggunakan gula merah, dan kue cucurnya hanya berwarna cokelat.

Untuk mendapatkan sajian kue cucur Banyuwangi, hanya membutuhkan bahan dari tepung beras dan gula aren yang diaduk rata, lalu digoreng. Cara menggoreng cucur menggunakan wajan kecil dan cekung agar didapatkan hasil kue yang melembung tebal di bagian tengah, seperti gunung dan tipis di sekelilingnya.
Dari Jajan Pasar Hingga Restoran
Kue yang pas dinikmati dengan segelas kopi Osing atau teh hangat, banyak dijajakan di warung-warung atau pasar tradisional, bahkan penjual kue keliling banyak yang menjajakan kue ini. Kini makanan camilan ini juga mudah ditemui di cafe, resto dan angkringan.

Berkunjung ke  Banyuwangi jangan lupa membeli kue cucur yang harganya sangat murah tetapi rasanya juga tidak kalah enak dengan kue-kue yang lainnya. Hanya saja kue ini kurang bertahan lama, karena kalau dingin rasanya agak keras dan berminyak. Kue cucur paling enak dinikmati saat hangat, masih terasa lembut dan empuk.

Beragam festival yang digelar Pemkab Banyuwangi berhasil mendorong warga Banyuwangi mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Salah satunya, warga Desa Rejoagung, Kecamatan Srono yang membuka destinasi wisata kuliner, Kampung Jajanan Gula Merah.

Kampung jajan ini menjadi tempat bagi masyarakat desa yang hampir separuh warganya berprofesi sebagai produsen gula merah. Sehingga gula merah produksi desa ini tidak hanya dijual dalam bentuk gula merah saja, yang sudah terkenal hingga ke luar daerah, tetapi juga dijajakan dalam bentuk masakan siap santap berbahan dasar gula merah. Usaha ini untuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat desa tersebut. 

Kampung kuliner yang berada di areal kebun sengon dan kelapa di tengah-tengah perkampungan warga desa, ini menyediakan berbagai jajanan tradisional, diantaranya ada kue cucur, getuk, kue latuk, es dawet, klepon, utri, kue lapis gula merah, es degan gula merah, singkong bulat, rujak buah, hingga rengginang manis gula merah.

sumber : https://pesona.travel/keajaiban/1786/kue-cucur-banyuwangi-pasangan-nikmat-kopi-osing

SAVANA CAKE

Penyanyi dangdut asal Kabupaten Banyuwangi, e (30) membuka usaha kue Savana Cake di kota kelahirannya. Kue berbahan dasar pisang tersebut, disajikan dengan toping serupa destinasi wisata di Banyuwangi.

Nama Savana, kata Fitri terinspirasi dari padang savana yang indah di Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Baluran. Sementara bentuk cake atau kue-nya didesain serupa destinasi wisata Banyuwangi. Ada bentuk Pantai Pulau Merah, Teluk ijo, Wedi Ireng, dan Blue Fire Gunung Ijen.

“Jadi ketika makan Savana Cake Pulau Merah, Teluk Ijo dan lainnya, seolah sudah serasa berada di sana,” ujar Fitri kepada Merdeka Banyuwangi, Minggu (20/8).

Perempuan yang dipilih menjadi Duta Pariwisata oleh Kementerian Pariwisata ini berharap bisa membantu mengenalkan destinasi wisata favorit di Banyuwangi. Sekaligus menyajikan oleh-oleh kue bagi wisatawan.

Apalagi kata Fitri, Tahun 1980-an, Banyuwangi dijuluki sebagai kota pisang. Dari kuenya yang berbahan pisang, dia juga berupaya mengenalkan kembali.

“Jadi dengan makan savana cake, pengunjung bisa bernostalgia dengan kejayaan Banyuwangi yang dulunya terkenal dengan sebutan kota pisang,” terangnya perempuan kelahiran 1987 ini.

Banyuwangi Savana Cake, saat ini sudah buka di Jalan Letjen S Parman No 26, Kelurahan Sobo, Kabupaten Banyuwangi. Fitri, mengusung tagline ‘Seru Enjonge’ dalam usahanya yang berarti ‘Keterlaluan Nikmatnya’.

“Seru Enjonge itu bahasa Using, agar menjadi ciri khas Banyuwangi,” ujar adik dari Nini Carlina tersebut.

KUE SUMPING KHAS BANYUWANGI

Warga desa di Banyuwangi berlomba-lomba mengangkat tradisi lokal mereka. Warga Desa Jelun, Kecamatan Licin, Banyuwangi, menggelar Festival Sumping Kopi Pait,‎ mulai Jumat (14/12) hingga Minggu (16/12), dari pukul 08.00 – 22.00 Wib. ‎

Festival ini menyuguhkan jajanan khas Desa Jelun, yakni sumping. Sumping merupakan jajanan yang terbuat dari tepung beras, yang biasa dikenal dengan kue nagasari. Bedanya, warga Jelun membuat kue sumping ini dengan berbagai varian isi. Tidak hanya pisang, namun juga diisi dengan kacang hijau, ketela manis, hingga ketela pohon.

Festival yang untuk kali pertama digelar ini dibuka Bupati BanyuwangiAbdullah Azwar Anas, dan menjadi tontotan baru bagi masyarakat ataupun wisatawan yang datang ke Banyuwangi untuk berakhir pekan. Ratusan warga dan wisatawan hadir dalam festival tersebut.

Anas menyampaikan, festival yang mengangkat tradisi lokal ini terus digalakkan dan dikembangkan. Selain untuk melestarikan tradisi, dengan difestivalkan bisa menjadi perekat gotong royong warga.

“Saya bangga dengan masyarakat disini yang bisa memanfaatkan potensi yang ada menjadi sebuah festival yang menarik. Ini bisa terus menjadi contoh desa-desa lain,” kata Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com.

Ditambahkan Abdullah Azwar Anas, festival yang berangkat dari potensi warga setempat ini, diharapkan bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat.

“Saya kira ini bisa lebih dikembangkan sehingga bisa menjadi alternatif wisata kuliner tradisonal baru di Banyuwangi. Apalagi Desa Jelun berada di kaki Gunung Ijen yang tentunya hawanya masih segar dan daerahnya masih alami. Pasti menarik untuk wisatawan,” kata Abdullah Azwar Anas

Jajanan sumping biasanya disuguhkan saat hajatan atau lebaran saja. Dalam festival ini, warga setempat mengenalkan cara menikmati kue sumping ala Desa Jelun.

Kudapan sumping dinikmati bareng secangkir kopi hitam yang rasanya pahit. Makanya, festival ini diberi nama Festival Sumping Kopi Pait.

“Bila ingin kopi yang rasanya manis, kita menawarkan gula aren untuk pemanisnya. Bukan gula putih, karena gula aren adalah khas desa kami,” kata ‎tokoh masyarakat Desa Jelun, Nasrudin Sarkawi kepada TribunJatim.com

Di festival ini, juga bisa ditemukan aneka makanan khas Desa Jelun lainnya. Mulai nasi keruk, pecelan, urap-urap, semanggi kukus, pepesan belut hingga semur jengkol. Tak hanya itu, jajanan lainnya seperti cenil, cendol, rujak kecut dan buah-buahan yang menjadi andalan juga disajikan.
Editor: Yoni Iskandar

PIA GLEMOR KHAS BANYUWANGI

Banyak pilihan oleh-oleh apabila pergi ke Kota Banyuwangi di ujung Jawa Timur. Sebelum menyebrang ke Pulau Bali lewat darat, Anda bisa singgah ke Kota Blambangan ini untuk beli oleh-oleh. Salah satunya kue Pia Glenmore, nama yang agak asing bagi lidah bangsa Indonesia. Karena nama makanan ini sengaja diambil dari sebuah nama kecamatan di di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Pia yang beraneka ragam isinya ini sengaja diproduksi di  Kecamatan Glenmore. Tapi pemasarannya sudah sampai kota-kota besar di Jawa Timur seperti Surabaya. Ketika penulis mampir di salah satu tokonya di Jalan Achmad Yani, Banyuwangi, pia ditata rapi dibalik lemari kaca berdasarkan kategori rasa. Macam-macam isinya mulai rasa kacang hijau, pisang, nanas, durian, coklat, keju, stroberi dan lain-lain.

Harganya rata-rata sama Rp 1.500 per biji. Tapi yang paling favorit dibeli adalah rasa kacang hijau. Warna kulit  kue pianya kuning kecoklatan karena panas oven menggugah selera untuk segera mencicipi kue itu. Tidak seperti pia kebanyakan yang berbentuk bulat, Pia Glenmore sengaja dibentuk lonjong gemuk dan empuk dipegangnya. Kulit pia nya yang terbuat dari tepung  sangat lembut digigit dan kulit luarnya langsung rontok. Isi kacang hijaunya sangat terasa dan ketika terpotongkuenya.

Isi  kacang hijaunya sangat banyak. Ketika mencoba rasa nanas, isinya seperti selai nanas di dalam kue nastar rasanya. Di bagian atas pianya ada titik-titik tanda warna. Coklat untuk isi coklat, hijau untuk kacang hijau, pink untuk stroberi dan semburat keju untuk rasa keju. Makanan ini sangat cocok untuk dimakan sore hari  sambil minum teh dan mengobrol dengan teman-teman atau menonton televisi bersama keluarga. Oleh-oleh lain dari Banyuwangi antara lain sale pisang, bagiak, manisan pala dan asem, kerupuk cumi, kerupuk ikan dan rengginang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pia Glenmore, Oleh-oleh Khas Banyuwangi”, https://travel.kompas.com/read/2012/01/18/21260945/Pia.Glenmore.Oleholeh.Khas.Banyuwangi